Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

Utusan ICMI Kabupaten Tangerang Ikuti Ramadhan Leadership Camp 2026


KOTA SERANG,ICMINEWS
- Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang mengirim peserta dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 yang diselenggarakan ICMI Orwil Banten bertempat di Poltekkes Banten pada Rabu, (11/3/2026). Kegiatan tersebut sebagai bentuk peningkatan kapasitas pengurus ICMI dalam bidang kepemimpinan. Ketua Panitia RLC 2026, H. Asep Mulya Hidayat mengatakan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap Ramadhan dan pada tahun 2026 ini kegiatan RLC menghadirkan narasumber yang memiliki kiprah praktis di masing-masing bidang, diantaranya Arif Wismansyah (mantan Walikota Tangerang/Pengusaha), Dahrizal, S. Kp, MPH (direktur Poltekkes Banten), Adi Dharma (Ketua OJK Banten) dan lain-lain.

Jumat, 07 Maret 2025

SAFARI RAMADHAN ICMI KE PONDOK PESANTREN ATTADZKIR PASAR KEMIS

ICMINEWS-Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang melakukan kegiatan Safari Ramadhan 1446 H ke Pondok Pesantren Attadzkir, Kecamatan Pasar Kemis pada Jumat, (07/03/2025). Kegiatan Safari Ramadhan sebagai momentum silaturahmi ICMI Kabupaten Tangerang bersama masyarakat dan para santri. Kegiatan tersebut diisi dengan aktivitas Halaqoh Ramadhan yang diikuti para santri Pondok Pesantren Attadzkir beserta para Ustadz dan ustadzah yang mengajar di pondok tersebut.

Rabu, 23 September 2020

Tiga Amalan Sayyidina Ali Agar Kuat Ingatan


HIKMAH - Sayyidina Ali RA dikenal sebagai pintu ilmu, maka Rasulullah SAW menempatkan beliau sebagai cendekiawan masyhur yang selalu dijadikan tempat bertanya. Mengenai sifat manusia sebagai tempatnya lupa, maka berikut adlah amalan Sayyidina Ali RA untuk mempertajam daya ingat:

Diambil dari kitab Nasoihul Ibad karya Syaikh Nawawi Tanara, dikatakan bahwa 

“Tiga hal yang memperkuat hafalan dan membersihkan lendir dahak, yaitu bersiwak, perpuasa, dan membaca Alqur’an.”

Rasulullah memerintahkan manusia bersiwak karena siwak itu mensucikan mulut dan diridhai Allah. Karenanya bersiwak merupakan sunnah Nabi yang memiliki banyak keutamaan.

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak menunaikan sholat.” (HR. Bukhari)

Selain bersiwak, salah satu amalan terbaik agar kuat ingatan adalah berpuasa.  Allah Swt berfirman dalam Alquran, yang artinya:


فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"...Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqoroh: 184)


Dan amalan yang ketiga untuk memperkuat ingatan adalah membaca Alquran. Membaca Alquran merupakan amalan yang memiliki pahala besar. Dalam sebuah hadits disebutkan:


عَن ابنِ مَسعُودٍ رَضيَ اللٌهُ عَنهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَى اللٌهُ عَلَي وَسَلَمَ مَن قَرَأ حَرفًا مٍن كَتَابِ اللٌه فَلَه بِه حَسَنَةُ وَالحَسَنَةُ عَشُرُ اَمُثَالِهَا لآ اَقُولُ الم حَرفُ وَلكِنُ اَلِفُ وَلآمُ حَرفُ وَميمُ حــَرُفُ. (رواه الترمذي وقال هذا حديث حسن صحيح غريب اسنادا والدارمى)

Dari Ibnu Mas'ud RA berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Tirmidzi).

Selain itu, membaca Al-Quran dapat memperkuat ingatan seseorang, maka tak heran orang-orang tua diantara kita yang masih hidup yang memiliki kebiasaan membaca Al-Quran terus menerus masih diberikan kekuatan ingatan, baik dalam hafalan maupun dalam pelajaran intisari.

Minggu, 20 September 2020

Prof. Lili Romli, Sang Pakar Politik dari Kampung


Dilahirkan dari Kampung Babadan, Pontang, Serang-Banten, sosok Profesor Lili Romli kini dikenal sebagai pakar politik di nusantara. Kiprahnya di LIPI membuat profesor ini semakin dikenal di jagat Indonesia. Selama bekerja di LIPI, Lili Romli pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Politik pada Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. 

Ayah untuk empat orang anak ini memiliki dedikasi tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, selain itu Lili juga memiliki perhatian terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Maka tak heran, Lili Romli pernah punya niat maju di Pilkada Kabupaten Serang hingga akhirnya kandas lantaran pragmatisme Partai Politik.

Saat ini Lili Romli masih aktif melakukan riset-riset di LIPI sebagai profesor utama, sejak 2018 Profesor Lili Romli diminta kembali untuk membangun di daerahnya, Provinsi Banten bersama ICMI.

Terpilihlah ia secara aklamasi menjadi Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Banten pada Muswil ICMI Banten Tahun 2018 di Kota Cilegon.

Kiprah Lili romli di dunia sosial kemasyarakatan semakin dibutuhkan masyarakat, keinginannya membangun daerah dibuktikan dengan banyaknya aktivitas sosial kemasyarakatan yang saat ini dijalani Prof. lili, salah satunya adalah mendirikan Banten Institute For Regional Development (BIRD).


Kamis, 17 September 2020

Mendidik Anak di Masa Pandemi

 Admin - Beragam cara orang tua memikirkan pendidikan untuk anak-anaknya di masa pandemi saat ini. Tak terasa, sejak Maret lalu anak-anak kita diwajibkan belajar dari rumah karena mencegah terjadinya penyebaran virus corona.  Orang tua harus berusaha keras mengarahkan anak-anaknya dalam keguatan belajar di masa pandemi ini.

Belajar di rumah adalah pilihan tepat di masa pandemi. Pemerintah juga telah memerintahkan penyelenggara satuan pendidikan untuk menerapkan metode belajar secara daring. Anak-anak kita tentu sudah merasa rindu dengan suasana belajar di sekolah. Interaksi mereka dengan teman-teman dan lingkungannya menjadi hal berbeda dalam belajar di sekolah. Di rumah, mungkin hanya anggota keluarga yang berada di sekitar anak kita, maka dari itu orang tua harus menciptakan suasana belajar di rumah menyenangkan seperti di sekolah.

Lakukan hal-hal yang kreatif yang dilakukan orang tua untuk anak-anaknya. Di masa pandemi, membuat anak senang belajar di rumah adalah prestasi bagi orang tuandan anak-anaknya. Mereka para anak merasakan kesenangan yang sama dengan belajar di sekolah. 

Hendaknya para orang tua memikirkan hal ini, yaitu kesenangan anak dalam belajar di rumah, ciptakan suasana harmoni, interaksi anak dengan orang tua, media belajar yang menyenangkan, dan berikan penghargaan kepada anak ketika ia berhasil mengerjakan tugas-tugas dan latihan.


Senin, 22 Agustus 2016

SPIRIT IMAN TAKWA DALAM MTQ

Kabar menggembirakan bagi rakyat Banten beberapa waktu lalu yaitu tentang gelar Juara Umum yang diraih kontingen Provinsi Banten dalam Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional Tahun 2016 yang diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebuah prestasi gemilang yang ditunjukkan para peserta yang mewakili Provinsi Banten di ajang bergengsi tingkat nasional itu. Piala bergilir pun jatuh di tangan Banten. Rakyat Banten suka cita merayakan kemenangan MTQN tersebut dengan menggelar kirab MTQ yang diselenggarakan Pemprov Banten.
Spirit kemenangan MTQN Lombok 2016 ini memiliki arti tersendiri bagi Provinsi Banten yang sudah bertahun-tahun selalu menjadi runner-up. Posisi runner-up memang sebagai posisi yang cukup terhormat karena ia adalah juara ke-2. Muncul sebuah keyakinan dalam diri Provinsi Banten untuk menargetkan menjadi juara umum pada MTQN di Lombok tahun 2016 ini. Wal hasil, berkat doa seluruh lapisan masyarakat, Banten menggapai sukses menjadi juara umum.
Di sini, penulis ingin menguraikan arti kemenangan dalam spirit membangkitkan Iman dan Takwa. Provinsi Banten memang lekat sekali dengan kata Iman dan Takwa. Jelas karena kedua kata itu sebagai bagian dari simbol Provinsi Banten yang tertera dalam lambang Pemprov Banten. kemenangan Provinsi Banten dalam MTQN di NTB merupakan kebangkitan semangat keimanan dan ketakwaan masyarakat Banten. Tak hanya bernilai pada sebuah seremonial saja, tetapi lebih dari itu yakni ghiroh (semangat) untuk melaksanakan nilai0nilai AlQuran kembali tumbuh menyemangati jiwa.
Iman dan Takwa adalah dua nilai ke-Islaman yang memiliki makna dalam setiap sanubari orang Islam. Pertama, Iman sebagai pengokoh jiwa, yaitu sikap spiritual yang mampu membangkitkan raga untuk meraih derajat akhirat, yaitu ketakwaan terhadap Allah SWT. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, menyebutkan bahwa nilai spiritual yang terkandung dalam sanubari manusia adalah kekuatan besar bagi jiwa dan raga. Jiwa dan raga akan terangkat dan tergerak ketika spiritual bangkit. Dalam konteks spirit ketakwaan yang timbul melalui kebahagiaan bathin akan kemenangan MTQN ini, jiwa dan raga kita sejatinya mulai bergerak untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang biasa tumbuh melalui nafsu setiap manusia.
Kedudukan ke-Imanan dan ketakwaan dalam bathin manusia berada diantara nafsu dan akal. Manusia secara lahir diperlihatkan kelakuan-kelakuan yang berorientasi terhadap nafsu namun secara bathin berorientasi secara akal. Akal dan nafsu selalu terjadi dialog untuk kemudian melahirkan sebuah keimanan dan ketakwaan. Maka dari itu, buatlah dialog akal dan nafsu secara bijak, tempatkan hati kita sebagai pelengkap dialog diantara keduanya.
Kemudian yang kedua, spirit ketakwaan merupakan dorongan untuk berbuat kebaikan. Orang-orang bertakwa selalu menebar kebaikan kepada siapapun, termasuk kepada makhluk selain manusia, misalnya hewan, tumbuhan dan lain-lain. Karena dalam prinsip ketakwaan, segala aktivitas manusia disandarkan kepada niat untuk beribadah. Maka dari itu, ketakwaan sebagai sumber kebaikan yang utama. Dengan nilai takwa kita terhadap Allah SWT, tndakan-tindakan kita akan menjadi kebaikan dan amal shalih bagi sesama. Jika keimanan dan ketakwaan bertumpu pada diri kita, maka kita akan menjadi pribadi yang shalih dan shalihah. Begitu beruntungnya kita sebagai masyarakat Banten yang turut didorong oleh prestasi di bidang keagamaan Islam yakni kemenangan MTQN di NTB tahun 2016 ini sebagai upaya mendorong lahir dan bathin kita untuk bergerak menjadi pribadi yang shalih dan selalu menebar kebaikan diantara sesama manusia dan makhluk Allah.
Dengan demikian, hendaknya kemenangan Provinsi Banten dalam meraih juara umum MTQ tingkat Nasional di NTB beberapa waktu lalu dijadikan momentum kebangkitan spirit keimanan dan ketakwaan sebagaimana Provinsi BAnten memiliki visi mensejahterakan masyarakat Banten berlandaskan Iman dan Takwa. Ini tidaklah main-main. Provinsi Banten begitu menginginkan masyarakatnya memiliki spirit keimanan dan ketakwaan yang tinggi. Hal ini dibutikan dengan slogan daerah-daerah di Banten seperti, Kota Tangerang dengan Akhlakul Karimahnya, Kabupaten Serang dengan Serang Bertakwa, Pandeglang dengan Pandeglang Berkah, kota Tangerang Selatan dengan Cerdas, Modern dan Religius dan seterusnya. Semoga kita semua selalu dalam keadaan jihad meningkatkan keimanan dan ketakwaan, amin.

Oleh: Aan Mardiansyah (Alumni UNTIRTA)