Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

Utusan ICMI Kabupaten Tangerang Ikuti Ramadhan Leadership Camp 2026


KOTA SERANG,ICMINEWS
- Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang mengirim peserta dalam kegiatan Ramadhan Leadership Camp 2026 yang diselenggarakan ICMI Orwil Banten bertempat di Poltekkes Banten pada Rabu, (11/3/2026). Kegiatan tersebut sebagai bentuk peningkatan kapasitas pengurus ICMI dalam bidang kepemimpinan. Ketua Panitia RLC 2026, H. Asep Mulya Hidayat mengatakan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin setiap Ramadhan dan pada tahun 2026 ini kegiatan RLC menghadirkan narasumber yang memiliki kiprah praktis di masing-masing bidang, diantaranya Arif Wismansyah (mantan Walikota Tangerang/Pengusaha), Dahrizal, S. Kp, MPH (direktur Poltekkes Banten), Adi Dharma (Ketua OJK Banten) dan lain-lain.

Jumat, 07 Maret 2025

SAFARI RAMADHAN ICMI KE PONDOK PESANTREN ATTADZKIR PASAR KEMIS

ICMINEWS-Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang melakukan kegiatan Safari Ramadhan 1446 H ke Pondok Pesantren Attadzkir, Kecamatan Pasar Kemis pada Jumat, (07/03/2025). Kegiatan Safari Ramadhan sebagai momentum silaturahmi ICMI Kabupaten Tangerang bersama masyarakat dan para santri. Kegiatan tersebut diisi dengan aktivitas Halaqoh Ramadhan yang diikuti para santri Pondok Pesantren Attadzkir beserta para Ustadz dan ustadzah yang mengajar di pondok tersebut.

Minggu, 02 Februari 2025

ICMI Dorong Pemerintah Fasilitasi Eksistensi Madrasah Diniyah


TANGERANG,ICMINEWS
 - Keberadaan Madrasah Diniyah saat ini tak banyak mendapat perhatian pemerintah Daerah. Lantaran beralasan kewenangan madrasah berada di Kementerian Agama yang notabene sebagai instansi vertikal atau struktur langsung di pusat. Akan tetapi, pertumbuhan dan perkembangan Madrasah Diniyah perlu mendapat pengelolaan khusus oleh Pemda maupun kementerian agama. Salah satu yang menjadi kebutuhan anak usia sekolah MD ini adalah sarana prasarana. Sebagian besar pengelola MDT merupakan kelompok masyarakat atau yayasan yang operasionalisasinya mandiri. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah.

Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang turut buka suara dalam memperhatikan keadaan dan eksistensi Madrasah Diniyah di Kabupaten Tangerang. Bahwa pemerintah harus benar-benar membuka mata, memberikan fasilitasi perkembangan MDT di berbagai wilayah.

“Kabupaten Tangerang itu memiliki Perda tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah, seharusnya pemerintah bergerak cepat dan serius memberikan fasilitasi peningkatan sarana dan prasarana bagi MDT,” kata Maksis Sakhabi, ketua ICMI Orda Kabupaten Tangerang, pada Minggu (2/2/2025).

ICMI Kabupaten Tangerang pernah merumuskan peta penguatan regulasi tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Tangerang memerlukan bantuan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan pengembangannya.

Madrasah Diniyah sebagai pioner pendidikan untuk anak-anak yang harus selalu mendapatkan support pemerintah.

“Kita tahu kondisi sarananya memprihatinkan. Madrasah Diniyah itu memiliki peranan besar tentang pembentukan karakter anak, jadi selayaknya fasilitas pendukungnya memadai,” kata Maksis Sakhabi

Lebih lanjut Maksis mendorong pemerintah daerah harus memberikan program peningkatan mutu dan kualitas sarana prasarana peserta didik pada Madrasah Diniyah.

Kamis, 14 Maret 2024

Pembelajaran Berkelanjutan: Kunci Kesuksesan dalam Menghadapi Era VUCA

Oleh: Doyahudin
(Ketua Departemen Pendidikan ICMI Orda Kabupaten Tangerang)


PADA tahun 1990 an dalam dunia militer Amerika Serikat muncul istilah VUCA. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi medan perang yang tidak pasti dan berubah-ubah. VUCA kepanjangan dari Volatility (Volatilitas), Uncertainty (Ketidakpastian), Complexity (Kompleksitas), dan Ambiguity (Ambiguitas).

Kamis, 02 Februari 2023

ICMI Kronjo Dukung Ketua MUI Terpilih

KRONJO, ICMINEWS-Musyawarah Kecamatan (Muscam) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kronjo menetapkan KH. Syaebi Hamdi terpilih secara aklamasi setelah seluruh komponen ulama peserta Muscam memilihnya secara tunggal. KH. Syaebi memimpin MUI Kecamatan Kronjo untuk masa bhakti 2022-2027. Kepemimpinan KH. Syaebi Hamdi dinilai berhasil menggerakkan kegiatan MUI di Kecamatan Kronjo oleh para ulama dan asatidz se-Kecamatan Kronjo.

Jumat, 18 September 2020

Kemenag: Lapor Jika Ada Pungli Dana Bantuan Pesantren

ICMINEWS, JAKARTA - Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani meminta setiap pesantren yang dimintai pungutan dana bantuan operasional pesantren (BOP) segera melapor. Ia meminta pesantren mengadukan hal itu pada Inspektorat Jenderal Kemenag atau penegak hukum.

"Kami melarang segala bentuk pungutan atas BOP. Untuk pesantren yang diminta pungutan agar melaporkan pada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dan atau kepada penegak hukum sehingga kami bisa menindak pelaku," katanya seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (18/9).

Inspektorat Jenderal Kemenag pun telah membuka pengelola pengaduan masyarakat untuk bantuan operasional pesantren, bantuan operasional pendidikan keagamaan Islam, dan bantuan pembelajaran daring pesantren. Sebelumnya, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono juga mengatakan mendorong masyarakat untuk melaporkannya kepada Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag agar bisa ditindaklanjuti.

"Setiap laporan yang masuk, kami teruskan ke Itjen Kemenag untuk diinvestigasi. Kami juga dorong masyarakat yang menerima info pemotongan bantuan melaporkan ke Itjen Kemenag," ujar Waryono.

Waryono menyebut masyarakat yang ingin mengajukan aduan bisa mengakses situs simwas.kemenag.go.id. Ia juga meyakinkan telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) penyaluran bantuan. Juknis tersebut, sama sekali tidak mengatur masalah pemotongan, baik dalam bentuk uang maupun pembelian barang.

Proses penyaluran bantuan yang terjadi di lapangan harus sesuai juknis. Jika ada pelanggaran, maka hal tersebut bisa dilaporkan ke Itjen untuk diaudit.

"Kemenag tentu akan menindak tegas, jika ada oknum yang terbukti melanggar dalam proses penyaluran bantuan operasional ini," lanjutnya.

(sur/sc:republika.co.id)

Kamis, 28 Desember 2017

KEHADIRAN KAUM INTELEKTUAL DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah tema diskusi di setiap ruang perdebatan para kaum logika. Tema ini menjadi penting lantaran adanya suatu tujuan bersama di era millenium (Millenium Development Goals) yaitu terwujudnya masyarakat dunia yang adil, makmur dan sejahtera merata.
Tak hanya di Indonesia saja, tema pembangunan berkelanjutan merambah ke seluruh penjuru dunia. Kali ini, dalam sebuah momentum penting para cendekiawan Islam di Indonesia berkumpul, membicarakan pembangunan berkelanjutan sebagai bentuk implementasi keilmuan para cendekiawan dalam menentukan sikap dan tindakan untuk kehidupan yang nyata. Para cendekiawan muslim berdebat menyoal peran dan eksistensi kaum intelektual di ranah pemerintahan. Karena hampir seluruhnya berpendapat peran dalam dunia pemerintahan tak hanya dibutuhkan sebuah konsep kelimuan semata melainkan sisi-sisi lain kehidupan sosial, politik dan ekonomi menjadi pertimbangan penguasa untuk melibatkan kaum intelektual.

Kamis, 13 April 2017

MAKSIS SAKHABI: PERSATUAN ADALAH SEGALANYA DEMI NKRI

ICMINEWS, TANGERANG - Berbicara persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia saat ini dihadapkan pada afiliasi pilihan politik. Betapa tidak, satu golongan tertentu bisa terpecah menjadi berkeping-keping lantaran beda pilihan politik. Pengalaman ini bisa dilihat dari perhelatan Pilkada di DKI Jakarta, dimana setiap orang senantiasa bicara agama, suku, ras dan politik di setiap perbincangannya. Hal itu bisa berdampak pada konflik horizontal di tengah masyarakat yang majemuk ini. Pendapat ini dikemukakan Ketua ICMI Orda Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi pada acara diskusi bulanan bertajuk Menjaga NKRI Merawat Islam Indonesia.

Maksis Sakhabi menekankan betapa pentingnya nilai persatuan dalam setiap kehidupan manusia. Menurutnya, tidak akan pernah terdapat sebuah negara atau bahkan kampung kecil tanpa ada persatuan. "Nilai persatuan itu sifatnya fundamental. Ia mampu menghilangkan ego kesukuan, ras dan golongan, penting sekali sebagai masyarakat majemuk kita memahami dan mengamalkan nilai persatuan,"Terang Maksis.

Menurutnya, nilai persatuan bangsa Indonesia saat ini tengah dalam kondisi yang mengancam. Hal ini dikarenakan suhu politik di DKI Jakarta yang dapat menyebar ke seantero negeri. "Tak hanya itu, DKI ini bisa membangunkan orang tidur menjadi garang seperti harimau karena urusan Pilkada," paparnya.

Maksis berharap bahwa setiap orang hendaknya memahami nilai persatuan sebagai rasa yang membangkitkan semangat ke-Indonesia-an. Lebih jauh dirinya memaparkan, bahwa nilai persatuan terdapat dalam kitab suci. "persatuan ini termaktub dalam kitab suci agama di Indonesia, mulai dari ummat Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, apalagi Islam, semua menyeru persatuan,"Tegas Maksis. /pik

DIBUKA, 270 BEASISWA SANTRI DARI KEMENAG

ICMINEWS, JAKARTA - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Plt Direktur PD Pontren Imam Safei mengatakan bahwa PBSB merupakan salah satu upaya Kemenag memfasilitasi santri pondok pesantren yang ingin melanjutkan kuliah S1.
"Tahun ini, Kemenag menyediakan 270 kouta beasiswa yang akan disebar ke 13 Kampus," ujarnya di Jakarta, Rabu (05/04).
Ketiga belas kampus tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IPB, UPI Bandung, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UGM Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, ITS Surabaya, UNAIR Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alaudin Makasar, dan Universitas Cendrawasih Jayapura.
Menurut Imam, sasaran program ini adalah santri yang bersekolah pada tingkat akhir dan lulus pada tahun 2017 di Madrasah Aliyah (MA) naungan pesantren atau santri lulusan pesantren muadalah/pesantren salafiyah dan ijazah paket C yang diselenggarakan oleh pondok pesantren.
Ditempat terpisah, Kasubdit Santri Ainur Rofiq, mengatakan bahwa pendaftaran PBSB dibuka mulai tanggal 10 April - 8 Mei 2017. Sedangkan tes masuknya akan dilaksanankan tanggal 17 - 24 Mei 2017.
"Kami berharap pengelola Pondok Pesantren dapat menginformasikan peluang ini kepada para santrinya," ujar Ainur Rofiq.
PBSB sudah berjalan sejak tahun 2005. Saat itu, Kemenag baru menggandeng 2 perguruan tinggi, yaitu UIN Syarif Hidayatullah dan IPB. Sampai dengan saat ini, PBSB sudah melahirkan ribuan alumni dalam berbagai bidang keahlian, mulai dari kesehatan (dokter), fisikawan, matematika, teknik, dan lainnya.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dan bagaimana alur pendaftaranya, sila klik pranala berikut: PENDAFTARAN PBSB 2017.

Kamis, 10 November 2016

ULAMA BANTEN DIUNDANG KE ISTANA, KETUA ICMI: INI SINYAL BAGUS

ICMINEWS-Jakarta- Presiden Joko Widodo akhirnya mengundang sejumlah kalangan ulama dan tokoh masyarakat dan mengajaknya berdialog menyikapi perkembangan pasca Aksi Bela Islam yang dilakukan berbagai kalangan organisasi massa dan masyarakat pada Jumat, 4 November lalu. Pertemuan yang digelar pihak istana ini berlangsung pada Kamis, 10 November 2016.

Beberapa ulama asal Banten yang mendapat undangan antara lain, KH. Abuya Murtadho, KH. Encep Subandi, KH. Kholil dan beberapa santri dari Banten. Pertemuan itu membahas beberapa hal yang berkaitan dengan sikap ummat Islam setelah aksi bela Islam II. Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada para ulama tentang alasan mengapa dirinya tidak menemui para demonstran saat aksi bela Islam II. Presiden Joko Widodo mengaku dirinya harus menjalankan tugas meninjau proyek kereta Bandara.

Sementara, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang, Sis Makhsis Sakhabi menilai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para ulama nusantara ini adalah pertanda bahwa suasana batin ummat Islam sudah mulai dingin kembali setelah sempat memanas disebabkan dugaan tindakan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaya Purnama, Calon Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, Presiden Jokowi akhirnya bertemu dengan para ulama, para kiyai mereka membicarakan kondisi bangsa. Ini sesungguhnya akan berdampak positif bagi ummat Islam, sinyalnya baik, paling tidak ada komunikas antara Presiden dengan ummat Islam,” kata Sis Makhsis.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sampai saat ini ummat Islam masih menunggu hasil proses hukum yang sedang dijalankan oleh kepolisian dalam mengusut dugaan penistaan agama Basuki. Sis berharap pihak kepolisian bisa membuktikan kepada ummat Islam dan masyarakat Indonesia secara umum bahwa proses hukum dijalankan dengan seadil-adilnya. “Kapolri berjanji menyelesaikan penyelidikan kasus ini dalam waktu dua Minggu, kita berharap dijalankan dengan seadil-adilnya,”tegas Sis Makhsis.

Selasa, 08 November 2016

ISLAM BERPERAN PENTING SEPANJANG SEJARAH


ICMINEWS-Jakarta-Cendekiawan Muslim dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra menuturkan, Islam memainkan peranan penting dalam perjalanan sejarah, sosial budaya, intelektual, politik, dan ekonomi antardaerah nusantara dan Asia Tenggara. "Islam memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah," kata dia dalam Konferensi Sejarah Nasional (KSN) X Tahun 2016 di Jakarta, Selasa (8/11).


Azyumardi menuturkan, ahli Islam Asia Tenggara, Judith Nagata mengungkapkan pentingnya posisi dan peran Islam dalam dinamika antardaerah, "Hal ini hampir mustahil untuk memikirkan Melayu tanpa mengacu pada Islam (1986)."
Pun demikian dengan Ernest Gellner yang menyatakan, "Islam telah menjadi cara hidup dan merupakan high culture oleh masyarakat Muslim pribumi, termasuk di Dunia Melayu-Nusantara ini (1983)."
Azyumardi menegaskan, kendati nusantara terdiri dari belasan ribu pulau dan semenanjung, tetapi Islam menyatukan semuanya. "Ranah peradaban Islam Nusantara, adalah salah satu dari delapan ranah peradaban Islam," ujar dia.
Menurut Azyumardi, kesatuan ranah peradaban Islam Nusantara, terlihat dari distingsi pemikiran, pemahaman dan praksis Islam yang terbentuk dalam perjalanan sejarah panjang. Hal tersbut menyebabkan, dinamika di satu daerah dengan cepat dapat berkembang dan mempengaruhi dinamika di daerah lain.
"Integrasi ranah peradaban Islam Nusantara dimungkinkan, terutama karena kenyataan bahwa ranah ini adalah sebuah'benua maritim'," tutur Azyumardi.
Menurutnya, kenyataan sebagai 'benua maritim' membuat ranah tersebut menjadi sangat cair dan mengalir. Sehingga, mendekatkan dan mengintegrasikan beragam tradisi Islam lokal daerah menjadi 'Islam Nusantara' yang distingtif.
Azyumardi menjabarkan, distingsi Islam Nusantara bertumpu pada tiga aspek, yakni, kalam (teologi) Asy'ariyah-Jabariyah, fikih mazhab Syafi'i, dan tasawuf Ghazalian. "Dalam tiga kerangka ortodoksi ini, setiap daerah dengan suku bangsanya juga mengembangkan tradisi sosial-budaya yang khas, yang pada gilirannya memperkaya tradisi Islam Nusantara," katanya. 

Rabu, 31 Agustus 2016

JK: GENERASI MUDA JANGAN HANYA JADI KONSUMEN TEKNOLOGI

ICMINEWS-Ketua Dewan Penasehat Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muhammad Jusuf Kalla mengajak generasi muda saat ini agar memiliki semangat untuk mengembangkan kemampuannya, khususnya di bidang teknologi.

Ia menginginkan agar generasi muda dan masyarakat Indonesia tak hanya menjadi konsumen dari produk teknologi yang diciptakan oleh negara lain.

Generasi muda, kata JK, juga perlu menunjukan kemampuannya dengan menggelar pameran dan tak hanya menjadi penonton.
“Tapi sekali saya pesankan jangan hanya melihat pameran tapi membuat pameran yang kita buat agar kita mempunyai kemajuan,” kata JK saat meresmikan pembukaan ICT Summit, Communication Indonesia Broadcast Indonesia 2016 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Rabu (31/8).

Wakil Presiden RI tersebut menyebutkan, selain itu Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar ketiga di dunia haruslah mampu menciptakan teknologi sesuai zaman dan kebutuhan.

“Pertama seperti saya katakan tadi, kita dengan penduduk 255 juta tentu tidak ingin hanya konsumer daripada teknologi tapi kita juga harus pada user daripada teknologi,” ucap JK.

Dikutip dari laman Republika.co.id, kreativitas dan Inovasi pun perlu dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi tiap tahunnya. Pameran teknologi dapat menjadi wadah bagi generasi muda saat ini untuk mengetahui perkembangan teknologi. Sehingga generasi muda dapat memiliki semangat untuk meningkatkan dan mengembangkan teknologi.

Lebih lanjut, JK mengatakan, perkembangan teknologi dan juga energi listrik merupakan dua komoditas yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat dewasa ini.

“Karena itulah maka perkembangan ini bukan hanya untuk melihat pameran tapi kita semua juga harus berpameran untuk memiliki teknologi ini agar kita semua dapat mengerti apa yang dimaksudkan kemajuan itu,” jelas dia

Senin, 29 Agustus 2016

KETUA DEWAN PENASIHAT PUSAT ICMI AKAN TERIMA GELAR DOKTOR KEHORMATAN DARI UNAND

ICMINEWS- Ketua Dewan Penasehat Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muhammad Jusuf Kalla akan menerima Anugerah Gelar Doktor Ke­hormatan di bidang hukum dari Universitas Andalas (Unand). Gelar tersebut akan diserahkan pada 5 September 2016 di Auditorium Unand, Kampus Limau Manis.
Wakil Presiden RI tersebut dinilai tim promotor yang terdiri atas Prof  Dr Saldi Isra SH MH (Ketua), Prof Dr Todung Mulya Lubis SH MH, dan Prof Dr Elwi Danil SH MH, punya peran yang besar dalam bidang hukum, khususnya Hukum Peme­rintahan Daerah.
Kepala Subbagian Hu­­mas dan Protokol Unand, Eriyanti, menga­takan ada empat dasar pemi­kiran tim pro­mo­tor dalam me­ngus­ulkan gelar ke­hor­ma­tan tersebut.

Per­timba­ngan pertama, JK ber­peran dalam Pembentukan Ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998 tentang Penye­lenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber daya Nasio­nal yang Berkeadilan, serta Perim­bangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan RI.
“Di sini Tim Promotor men­jelaskan bagaimana JK mulai menonjol dalam persidangan MPR. Sebagai Utusan Daerah ternyata JK dapat terpilih sebagai Ketua Komisi D dalam Sidang Istimewa MPR RI tahun 1998, sedangkan Komisi lain dipimpin oleh anggota MPR yang berasal dari DPR,” kata Eriyanti.
Ketika berlangsung sidang di PAH II Badan Pekerja MPR, Jusuf Kalla mulai mewacanakan soal otonomi daerah. Akhirnya, Ko­misi D Sidang Istimewa MPR 1998 secara khusus membahas rancangan Ketetapan MPR ten­tang penyelenggaraan otonomi daerah, pengaturan pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Dikutip dari laman Harianhaluan.com, pertimbangan kedua, JK me­mu­lai misi damai pemulihan peme­rintahan Aceh pasca gagal­nya Cessation of Hostalities Fame­work Agreement (COHA) dan Joint Council di Tokyo 2003. Selama menjabat sebagai Menko Kesra, pada masa Presiden Megawati Soekarno Putri, gejolak dengan segala latar belakang menjadi perhatian Jusuf Kalla. Misalnya, sejarah Negeri ini mencatat peran penting Jusuf Kalla dalam menye­lesaikan gejolak daerah kasus berdimensi SARA di Ambon dan Poso.
Setelah mengambil peran sen­tral dalam perdamaian kedua daerah konflik di kawasan timur Indonesia, Jusuf Kalla mengambil inisiatif untuk memulai langkah memu­lihkan pemerintahan di Aceh. Langkah ini dilakukan karena upaya melalui Cessation of Hosta­lities Famework Agree­ment (COHA) dan pertemuan joint council tahun 2003 yang dilak­sanakan di Tokyo jauh dari ber­hasil.
“Pertimbangan ketiga adalah Perundingan Helsinki dan Un­dang-Undang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, dan yang keempat adalah mem­bumikan Desentralisasi Asimetris demi Meneguhkan NKRI,” ujar Eriyanti.*** (T/CH)

MEMAKNAI POSPENAS SEBAGAI KECERDASAN KAUM SANTRI BANTEN



Pesatnya perkembangan zaman ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan tekhnologi. IPTEK bukan saja membawa manfaat, tapi juga bisa membawa mudharat. Kemerosotan moral bangsa akhir-akhir ini menjadi salah satu problem sosial akut yang mengancam eksistensi keislaman dan kebangsaan. Semakin hari dekadensi moral kian meningkat dan tak mampu dikontrol lagi melalui mekanisme tradisional dan konvensional. Banten sebagai kawasan yang terus berkembang pasti mengalami ancaman yang besar bagi perkembangan mentalitas dan moral masyarakatnya.

Kita saksikan saat ini banyak orang dengan mudahnya meninggalkan perintah agama dan budaya setempat. Pembunuhan terjadi dimana-mana. Korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela. Bahkan ada sorang ayah tega merenggut kehormatan anak kandungnya atau seorang anak mengadukan perilaku ibu kandungnya ke polisi. Semua itu adalah dampak buruk dari dekadensi moral.

Santri Dalam Sorotan

Di tengah serbuan globaslisme, nilai-nilai agama dan moral semakin dipinggirkan. Padahal Allah telah mengingatkan kita dengan firmannya dalam Al Qur’an surat Ali Imron ayat 104 :

“Dan hendaknya ada diantara kalian, segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan dan melarang kemungkaran, maka itulah orang- orang yang mendapat keberuntungan”

Lantas siapa orang yang mampu melaksanakan tugas yang amat sangat berat ini? Kita tentu berharap kaum santri yang menjadi ciri khas masyarakat Banten mampu mengantisipasi persoalan-persoalan umat dan bangsa. Spirit kecendekiaan dari kaum santri sebagai “Agent of Change” harus terus didorong dan didukung ke dalam aksi-aksi nyata yang ada dilingkungan sekitarnya.

Apalagi perubahan-perubahan yang cepat kini menjadi tantangan besar disetiap daerah, termasuk Propinsi Banten. Kemajuan teknologi, globalisasi dan investasi merupakan suatu keniscayaan yang tak terhindarkan dan merupakan kenyataan yang mesti dihadapi. Dilaksanakannya Pekan Olahraga Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) tahun 2016 ini akan membawa dampak positif bagi kecerdasan kalangan intelektual santri di Banten.

Menengok Sejarah

Kita mengetahui bahwa kebesaran Islam sejak awal telah dimulai dari kelahiran organisasi Ikhwanussafa pada masa Imperium Abbasid. Dari organisasi inilah muncul kaum cendekiawan yang berpijak pada ajaran-ajaran agamanya. Ibnu Arabi, Ibnu Sina, Ibnu Kaldun mampu menghasilkan karya-karya besar dan ensiklopedia-ensiklopedia yang dibaca oleh generasi-generasi berikutnya. Pada saat yang sama, Eropa mengalami abad kegelapan.

Di Banten kita mengenal Sultan Hasanudin adalah seorang penguasa sekaligus ulama. Sultan Ageng Tirtayasa adalah ahli pengairan yang mengerti agama. Bahkan Sultan Banten ke 4, Abul Mufakir mampu menulis tafsir al Insan al Kamil yang disadur dari karya-karya Ibnu Arabi. Begitupun Syekh Nawawi terkenal sebagai ulama besar yang menghasilkan banyak buku dan karya. Islamisasi Afrika dilakukan oleh Syekh Yusuf al Bantani al Makasari. Sehingga Nelson Mandela pun mengakui beliau sebagai seorang pencerah bagi kegelapan Afrika.

Demikianlah kemajuan dan perubahan selalu dimulai dari ilmu pengetahuan. Di Banten lebih dari 3000 pondok pesantren memiliki potensi yang besar untuk melakukan perubahan-perubahan signifikan ke arah Banten Yang Beriman Dan Bertakwa sesuai dengan motto Propinsi Banten. Penyelenggaraan Pospenas nanti akan memicu setiap orang di Banten untuk mendekatkan diri dengan aktifitas kepondokpesantrenan, apalagi pondok pesantren akan leih dikenal luas tidak hanya memiliki kajian keislaman saja tetapi olahraga juga terlihat.

Tugas Santri

Secara umum, santri ialah orang yang belajar di pondok pesantren guna untuk meneruskan perjuangan para nabi dalam mengemban amanat yang sangat mulya yaitu mengmbangkan ajaran agama islam demi terciptanya insan yang senantiasa bertaqwa kepada Allah, menjalankan perintah dan menjauhi larang-Nya.Hal ini sesuai dengan hadis shohih nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh shahabat Imam Turmudi :

“Ulama adalah pewaris para Nabi”

“Hanya orang-orang yang takut kepada Allahlah disebut sebagai kaum ilmuan” (al Fathir: 28)

Tatkala Nabi sudah tiada, maka tugas kaum ulama dan kaum ilmuan’lah yang akan mewarisi seluruh tugas para Nabi, dan santri Banten adalah bibit-bibit unggul generasi baru para ulama yang akan mewarnai “Agent of Change” seluruh aspek kehidupan yang terjadi di Banten dalam era globalisasi ini.

Dengan meningkatnya peradaban manusia, tantangan santri dari zaman ke zaman semakin lama semakin berat. Saat ini santri tak cukup hanya dengan berdzikir dan duduk berpangkutangan tak melakukan suatu apapun, tak cukup hanya dengan mengaji saja, tapi juga harus berfikir dan mengkaji seluruh fenomena yang terjadi di alam semesta ini sesuai Al Qur’an dan Al Sunnah dan mengaplikasikannya dalam realitas kehidupan.

Tentu saja kaum santri harus mampu berfikir kreatif dan inovatif dalam menjawab seluruh tantangan zaman yang terus berkembang ini. Karena bagaimanapun, santri adalah generesi penerus perjuangan para pahlawan bangsa dan negara yang mencita-citakan suatu negeri “Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur”.

Syekh Musthofa Al Gholayyin mencatat dalam kitab Idhotun Nasyi’in :

”Sesungguhanya di tanganmulah wahai generasi muda urusan bangsa dan negaramu, dan di derap langkahmulah wahai generasi muda hidup dan matinya bangsa dan negara tersebut”

Hadist Nabi:

“Saatan wa Saatan=Pada setiap jaman ada orangnya”

Wahai ketahuilah, Bangsa kita adalah bangsa yang kaya raya tak kurang satu apapun.
Bangsa kita tak hanya membutuhkan orang cerdas, tak hanya membutuhkan orang yang memiliki intelegensi tinngi, namun bangsa kita juga sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki kredibilitas dan loyalitas yang tinggi terhadap negara dan daerahnya.

Kaum santri hendaklah mempersiapkan kehadiran tamu bernama “PERUBAHAN, PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN GLOBALISASI”. Bahkan kita harus terus berdoa dan berusaha agar kaum santri dan intelektual bisa mengontrol dan ikut andil di dalam setiap kemajuan dan perubahan di Propinsi Banten ini, bukan sekedar menjadi penonton pasif dan kaum yang terpinggirkan ke pojok sejarah.

Penulis: Mohamad Safari (Sekretaris Jenderal ICMI Orwil Banten)

Rabu, 25 Mei 2016

ICMI SERUKAN PERANG TERHADAP KEJAHATAN SEKSUAL ANAK

ICMINEWS-Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) mendesak hukuman mati untuk pelaku kejahatan seksual pada anak. “Hukuman mati adalah hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan seksual khususnya pada anak” ungkap Dr. Sri Astuti Bukhari MSc, Wakil Ketua Umum ICMI pada Konferensi Pers  (19/5) di Jakarta.

ICMI juga merekomendasikan pada pemerintah untuk menghindari hukuman kebiri karena berdasarkan rekomendasi Menteri Kesehatan dan  Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP PDSJKI)  mempunyai efek dan berdampak panjang secara medis, psikologis, kejiwaan dan sosial bagi yang di terkena hukuman.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi moral bangsa kita saat ini yang sangat merosot yang ditandai dengan maraknya kejahatan seksual pada anak-anak”, tambah Sri Astuti. 

Pada saat yang sama, Andi Yuliani Paris, Ketua Koordinator ICMI Bidang Perlindungan  Perempuan, Anak dan Remaja mengatakan bahwa fenomena pemerkosaan massal pada anak dan mengakibatkan kematian atau pemerkosaan pada  58 anak-anak dan lain-lainnya adalah peristiwa luar biasa yang menggambarkan kerusakan moral bangsa kita. 

“Peristiwa ini sangat luar biasa yang mencabik-cabik nurani dan akal sehat kita”, ungkap Andi Yuliani.

Terkait pernyataan tersebut,  sikap ICMI sebagai berikut:

  1. Mendukung Instruksi Presiden untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan seksual pada anak dengan melakukan koordinasi oleh kementerian terkait, keluarga, sekolah, komunitas, dan media. 

  2. Mendorong pemerintah memberlakukan payung hukum termasuk menerbitkan perpu baru terkait kejahatan ini agar segera di proses secepat-cepatnya, karena kejahatan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan yang luar biasa, maka penanganannya juga harus luar biasa.

  3. Meminimalkan penyebab terjadinya tindak kejahatan seksual tersebut  dengan cara memberangus peredaran narkoba setuntas-tuntasnya, membatasi minuman keras beralkohol, dan menutup tayangan pornografi dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.

  4. Pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya bagi sarjana maupun remaja lulusan SMU, pada tingkatan pemerintahan (Kabupaten/kota, kecamatan) agar tidak lagi tejadi kerusuhan sosial maupun kejahatan seksual yang disebabkan oleh tingginya pengangguran.

  5. Kementerian Kominfo diharapkan lebih gencar, tegas dan tuntas memblokir situs-situs pornografi, konten-konten internet dan teknologi informasi yang memuat konten pornografi dan kejahatan seksual. Situs-situs resmi seperti youtube, google, twitter, facebook, dll harus di blokir jika tidak bisa menghilangkan konten pornonya yang sangat mudah diakses oleh anak-anak.

  6. Diharapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi keras terhadaap stasiun TV jika menyiarkan acara berkonten dewasa pada jam tayang  yang dapat disaksikan  usia anak-anak.

  7. Komitmen ICMI adalah ingin ikut serta menumpas habis KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK-ANAK dengan seluruh jajaran organisasi di tingkat Orwil (Organisasi Wilayah di tingkat Provinsi), ORDA (Organisasi Daerah di tingkat Kabupaten dan kota), Orsat (Organisasi Satuan di tingkat Kecamatan)

Jumat, 13 Mei 2016

DEWAN PENASIHAT ICMI HADIRI BIPON DAY MTsN 1 TANGERANG

ICMINEWS - Dewan Penasihat ICMI Orda Kabupaten Tangerang, Dr. Bahruddin, M. Pd menghadiri acara Penampilan Bina Kelas Potensi atau disebut BIPON Day di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Tangerang. Acara tersebut merupakan program yang menampilkan potensi-potensi siswa di luar potensi akademis. Dr. Bahruddin memberi apresiasi tinggi kepada para siswa yang telah mampu unjuk gigi menampilkan potensi-potensinya di masyarakat.

Siswa Madrasah selama ini masih mendapat tempat nomor dua di mata masyarakat dibandingkan dengan siswa sekolah umum. Padahal, menurut Dr. Bahruddin siswa madrasah pun tak kalah prestasinya dengan siswa sekolah umum lainnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Provinsi Banten, Machdum Bahtiar dan Kepala MTsN 1 Tangerang, H. Nurul Yaqin.

ICMI: GURU, PEJUANG YANG HARUS DIPERJUANGKAN

ICMINEWS - Pahlawan tanpa tanda jasa, pepatah cukup tua itu selalu menghembus makna yang mendalam terhadap profesi guru. Guru adalah profesi yang sangat terhormat namun belum begitu memiliki arti di mata pemerintah. Begitulah yang diutarakan Ketua ICMI Orsat Kecamatan Sukadiri, Wawan Setiawan. Kang Wawan, begitu sapaan akrabnya, adalah satu dari sekian guru yang kini sedang memperjuangkan nasib guru honorer di Kabupaten Tangerang untuk sekedar dikatakan sejahtera. "Kami tidak secara tiba-tiba menuntut diangkat menjadi ASN namun SK bupati itu penting buat kami sebagai dasar untuk menjadi guru profesional yang akan disertifikasikan," kata Wawan, Jumat (13/5).
Saat ini ada ratusan guru berstatus sukarelawan yang hingga kini tak kunjung memiliki SK bupati. Wawan mengaku sejak 2005 ia mengabdi secara sukarela sebagai guru. "Kalau sekarang kan ada program sertifikasi dari pemerintah pusat, kita tidak bisa ikut program itu karena terhambat tidak adanya SK bupati,"tutur Wawan.
Menurut Wawan, semenjak bupati Tangerang, Zaki Iskandar dilantik hingga saat ini tidak ada keberanian bupati untuk mengeluarkan SK guru honorer. "Kami menilai bupati terlalu banyak pertimbangan. Sehingga ia ragu dan tidak punya keberanian untuk sekedar mengeluarkan SK,"tegas Wawan.
Sementara itu, Wawan justeru memberi pilihan kepada bupati untuk menyetop BOSDA dengan mengalihkannya pada tunjangan untuk guru sukarelawan. "BOSDA itu tidak banyak manfaatnya untuk guru. Alihkan saja programnya ganti untuk tunjangan guru non ASN,"kata Wawan dengan penuh harap.

KETUA DEWAN PAKAR ICMI SOSIALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

ICMINEWS - Ketua Dewan Pakar ICMI Orda Kabupaten Tangerang, Dr. M. Ali Taher, SH., MH yang juga anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PAN Kamis (12/05/2016) membuka sosialisasi pemberdayaan masyarakat di SMKN 5 Kab. Tangerang. Acara yang diikuti oleh ratusan siswa dan masyarakat itu berlangsung meriah dan interaktif.

Sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan itu, digelar Balai Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Banten. 

Dalam sambutanya Ali Taher memberikan apresiasi terhadap acara tersebut. Dengan adanya acara tersebut, siswa dan masyarakat yang hadir dapat mengetahui dan memahamai bagaimana menggunakan obat serta pangan jajanan sekolah yang baik dan benar,  Sehingga siswa dan masyarakat tidak sembarangan minum obat.

Menurut mantan staf khusus menteri kehutanan RI itu tidak sedikit siswa dan masyarakat Banten khususnya masyarakat Kab. Tangerang yang mengetahui tentang obat dan makanan serta pangan jajanan sekolah yang sesuai dengan standar Balai POM.

"Dengan adanya acara tersebut diharapkan siswa dan masyarakat mampu mendeteksi obat dan makanan serta pangan jajanan sekolah yang sehat," kata Ali Taher.

Salah satu peserta sosialisasi, Khumaedi mengatakan,  "saya sangat senang dengan acara tersebut, dan memberikan apresiasi kepada Bapak Ali Taher dengan kesibukanya yang sangat padat, tapi beliau masih bisa hadir untuk membuka cara tersebut.

Pada acara itu Balai POM Provinsi Banten memajang berbagai jenis obat-obatan dan makanan yang ditarik dari pasaran. Obat-obatan jenis pil dan jamu itu, awalnya memang sudah sesuai dengan kriterianya. AD

Kamis, 12 Mei 2016

PESANTREN DAN KUALITAS PENDIDIKAN

Oleh: Maksis Sakhabi


Pendidikan merupakan salah satu penunjang  pembangunan daerah  yang didasari pada tingkat  Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk mengembangkan SDM-nya maka dibutuhkan kualitas pendidikan yang baik dan bermutu. Yang menjadi tolak ukur tingkat kualitas pendidikan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu ; Sistem, Metode dan Praktik . Semua bentuk disiplin keilmuan bercabang dari dasar filsafat yaitu Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Tidak berbeda jauh untuk melihat tatanan pendidikan pun harus dilihat sistem yang terjadi, metode yang digunakan dan bagaimana hasil pencapaiannya. Ketiga aspek itu menjadi penunjang utama dalam mengembangkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.
Pesantren adalah tempat kegiatan belajar mengajar secara intensif dan berulang-ulang. Kita semua tahu bahwa di dalam tradisi pesantren ada yang dinamakan dengan istilah Khataman. Para santri (murid, red) dianjurkan untuk mengadakan acara khataman sebagai achievement bahwa dirinya telah selesai melaksanakan studi secara total (kaffah), tidak sekedar lulus atau melewati mata pelajaran yang dilaluinya. Mereka melakukannya setelah tamat mempelajari suatu bidang ilmu serta memahami dan mendalaminya atau bahkan sampai menghafalnya. Maka dari itu, cara belajar demikian dibutuhkan pengulangan secara terus menerus dan dilakukan dengan intensif. Setiap kali mempelajari suatu ilmu, tradisi pesantren menganjurkan para muridnya untuk selalu sampai hafal ilmu tersebut. Oleh karenanya, banyak kalangan menilai bahwa pesantren merupakan pusat pendidikan yang menggunakan sistem pembelajaran berulang-ulang.
Melalui pengembangannya, pesantren mampu menghasilkan para alumninya untuk tampil di masyarakat sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya sebagai bekal hidup bermasyarakat. Tidak sedikit dari alumni pesantren yang mampu menjadi icon di masyarakat seperti menjadi tokoh agama dan cendekiawan. Berbicara mengenai sistem pembelajaran pesantren, perlu kita garis bawahi bahwa dewasa ini terdapat dua bentuk sistem yang diterapkan di pesantren, yaitu : sistem Salafi dan sistem Modern. Dua perbedaan ini diakibatkan perbedaan latarbelakang yang dijadikan sebagai identitas masing-masing pesantren. Tentu kita tahu bahwa sistem yang ada di pesantren Salafi menggunakan cara tradisional, karena berbuntut dari kelahiran sistem yang dibangun oleh ulama-ulama tradisional. Sistem ini sempat dipertahankan sampai sekarang karena dianggap sebagai budi luhur para ulama-ulama tradisional yang mengembangkan sistem pendidikan pesantren. Dalam kaitannya, pesantren salafi lebih menekankan  pada pembelajaran secara group (sorogan). Maka, cara pengajaran yang dilakukan pun dipusatkan pada satu buku (kitab) yang mempelajari suatu ilmu dengan konsisten dan berulang-ulang. Kata per kata, huruf per huruf juga menjadi perhatian serius dalam pembelajaran semacam ini.
Diskursus mengenai masyarakat dan pendidikannya, tidak akan bermakna jika tidak didekati dari latar belakang internal dan eksternal. Ala pendidikan pesantren membentuk masyarakat menjadi berakhlak mulia. Ini akan menentukan faktor internalnya, karena masyarakat akan langsung bertemu dengan pengalaman dari apa yang dipelajarinya, dan dalam bahasa filsafat disebut sebagai aksiologi. Kemudian, selain sistem pesantren salafi ada juga sistem modern. Sistem pendidikan pesantren modern ini dipelopori oleh Pondok pesantren Modern Darussalam Gontor yang pada mulanya berawal dari sistem salafi. Sistem pendidikan ini merupakan kombinasi antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum (science). Maka, dalam pendidikan pesantren modern terdapat ilmu-ilmu umum seperti Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, dan lain-lain. Sistem ini juga mengandung unsur perpaduan antara kurikulum nasional dengan kurikulum lokal.
Pada praktiknya, pendidikan pesantren mengajarkan  bentuk kemandirian sosial yang juga dijadikan sebagai modal utama agar seseorang memiliki kepekaan  terhadap lingkungan kehidupannya. Para alumni pesantren telah mampu menguasai medan masyarakat. Ini artinya bahwa semakin seseorang mendapatkan pelajaran kemandirian maka semakin seseorang memiliki rasa peka tehadap kondisi sosialnya. Bisa dibuktikan bahwa tokoh-tokoh agama telah menjadi extra public opinion di tengah-tengah keragaman pemahan masyarakat tentang sosial, agama, politik, ekonomi dan budaya. Ini adalah imbas dari pada bentuk pelajaran kemandirian dan pengabdian terhadap kondisi sosial masyarakat yang terdapat pada pola pendidikan pesantren, baik pesantren salafi maupun pesantren modern.
Menghadapi Perkembangan Teknologi
Sebagai lembaga pendidikan sudah seharusnya mampu menjawab setiap tantangan zaman yang hadir di masanya. Tentu tidak hanya sebatas transformasi ilmu dari guru kepada muridnya melainkan sebagai control social dan agen perubahan (agent of change) dari pada kehidupan sosial. Seiring dengan perkembangan dunia teknologi yang semakin hari semakin canggih dirasakan memiliki dampak yang signifikan bagi kelangsungan kehidupan sosial masyarakat. Disadari atau tidak, teknologi telah banyak merubah pola hidup masyarakat khususnya di perkotaan. Salah satu contoh adalah kecepatan akses informasi melalui media dan teknologi. Dahulu, ketika orang ingin mengetahui perkembangan di luar daerahnya harus menunggu kerabatnya yang berada di luar sana untuk menceritakan keadaan daerah tersebut, Tetapi sekarang lain hal lain cerita, setiap orang bisa dengan mudah mengakses informasi daerah luar secara langsunng dan terkini melalui media televisi, surat kabar bahkan internet.
Seperti yang digambarkan tersebut di atas, pendidikan pesantren telah sampai kepada jembatan penghubung arus informasi. Dunia pesantren telah mampu mengejar kemajuan teknologi informasi. Tidak hanya laboratorium bahasa, komputer dan IPA saja yang telah memasuki dinding pendidikan pesantren tetapi internet pun sudah menjadi alat bantu pendidikan di pesantren.
Struktur perubahan yang ada pada pendidikan pesantren seakan melengkapi wahana pendidikan di masyarakat. Selain dapat mencerdaskan masyarakat secara keilmuan juga mencerdaskan masyarakat secara nurani dan kejiwaan (IQ, EQ dan SQ). Ini yang betul-betul menjadi modal utama kehidupan masyarakat.

MEMBANGUN CITRA SEKOLAH

Oleh: Dr. Bahruddin, M. Pd

Ketika sebuah lembaga pendidikan berdiri, tentu "citra" (image) akan dibangun pula. Para pengelola sekolah/madrasah akan menerbitkan brosur, memasang spanduk, menyelenggarakan acara promosi. Semua itu tidak lain ditujukan untuk membangun citra. Dengan pelbagai usaha dan cara, keberadaan sekolah/madrasah akan diperkenalkan kepada masyarakat dengan kesan sebaik mungkin. Harapannya, usaha mempromosikan sekolah/madrasah itu akan mendapat respon positif dari msyarakat.

Jika respons itu memang datang, akan banyaklah siswa yang berminat masuk pada setiap tahun ajaran baru. Bila memang demikian yang terjadi, sebenarnya pekerjaan yg lebih berat telah menunggu. Pekerjaan itu adalah memelihara dan mempertahankan citra sekolah/madrasah. Membangun memang sulit, tetapi memelihara dan merawat bangunan jauh lebih sulit. Ini sama saja dengan sulitnya membangun kepercayaan masyarakat di masa-masa awal. Maka, upaya yang lebih keras harus dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan tersebut.
Langkah efektif utk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah/madrasah kita adalah dengan membuktikan bahwa sekolah/madrasah kita betul-betul berkualitas. Kualitas ini biasanya diukur dari kualitas lulusannya. Apakah siswa kita memiliki aneka kelebihan dibanding siswa dari sekolah/madrasah lain? Ataukah sama saja? Atau malah lebih buruk? Ini yang penting. Kelebihan kualitas siswa itu dapat diukur bukan hanya dari kecerdasan akademiknya, melainkan juga dari rasa percaya diri, keuletan, keberanian, dan kemandirian siswa. Dari karakter-karakter unggul itulah prestasi tinggi kita harapkan lahir.

Salah satu kiat jitu untuk membangun karakter unggul adalah dengan menekankan kepada semua guru, agar mendidik siswa berdasarkan cinta, kasih, dan sayang. Jika semua guru telah mampu menunjukkan cintanya kepada siswa, tentu kepercayaan para orang tua terhadap guru sekolah/madrasah akan semakin bertambah. Sebagaimana telah disinggung, mendidik berdasarkan cinta akan lebih memudahkan tercapainya prestasi demi prestasi.

Penulis adalah Wakil sekretaris Dewan Penasihat ICMI Orda Kab. Tangerang